Mamalia disebut juga dengan hewan menyusui. Seperti halnya dengan sebutannya, mamalia merupakan hewan dengan ciri khas menyusui (memiliki kelenjar susu). Di atas juga telah disebutkan bahwa mamalia merupakan hewan dengan ciri khas rambut di bagian bagian tubuh hewan nya. Selain itu, masih ada beberapa ciri hewan mamalia lainnya yang belum disebutkan.
1. Memiliki Kelenjar Susu – Ciri utama dari hewan mamalia adalah memiliki kelenjar susu (glandula mammae). Kelenjar susu tersebut biasanya terletak di bagian perut, dada, atau di ketiak. Seperti halnya pada manusia, kelenjar susu pada mamalia betina akan keluar setelah kelahiran anaknya. Kelenjar susu dihasilkan oleh mamalia betina, sedangkan mamalia jantan tidak menghasilkan kelenjar susu. Pada mamalia berkantong (Marsupialia) dan Placentalia, keduanya merupakan mamalia yang memiliki puting pada kelenjar susunya. Sedangkan pada mamalia yang bertelur (Monotremata) mereka adalah mamalia yang tidak memiliki puting pada kelenjar susunya.
2. Susunan Tubuh – Susunan tubuh mamalia terdiri atas kepala, leher, badan, dan juga ekor. Perlu diketahui juga bahwa mamalia merupakan hewan vertebrata (hewan yang memiliki tulang belakang). Ciri ini bisa jadi menjadi ciri umum dari hewan mamalia yang tidak dimiliki jenis hewan lainnya. Mamalia memiliki anggota gerak di bagian depan dan belakang. Anggota gerak tersebut biasanya memiliki jari-jari dan juga kuku-kuku serta cakar. Anggota gerak pada tubuh mamalia tersebut biasanya digunakan untuk berlari, menggali, dan berenang. (baca : hewan vertebrata dan invertebrata).
3. Memiliki Rambut – Ciri hewan mamalia selanjutnya adalah memiliki rambut. Rambut bisa jadi menjadi ciri utama hewan mamalia yang tidak dimiliki oleh jenis hewan lainnya. Mamalia memiliki rambut setidaknya dalam satu fase siklus hidup mamalia. Rambut-rambut pada hewan mamalia tersebut akan tumbuh di kantong-kantong kulit yang menghasilkan minyak pada kulit hewan tersebut. Kantong-kantong rambut tersebut terletak dengan posisi yang miring, maka tidak heran jika rambut hewan mamalia akan memiliki arah tertentu. Jika ada rambut yang berdiri, itu tidak lain karena ada otot di kulit tersebut.
4. Hewan Berdarah Panas – Ciri khas hewan mamalia selanjutnya adalah berdarah panas (homoiotern). Hewan mamalia memiliki kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuhnya pada 36 derajat celcius. Sebagian mamalia juga melakukan hibernasi. Hibernasi merupakan kegiatan mamalia untuk tidak aktif (tidur) selama musim dingin berlangsung. Mamalia juga memiliki kemampuan menurunkan suhu tubuhnya jika cuaca terlalu panas. Suhu tubuh mamalia akan turun melalui keringat yang dikeluarkan oleh tubuh mamalia.
5. Memiliki Tulang Belakang – Mamalia adalah pengelompokan hewan vertebrata (memiliki tulang belakang). Ruas tulang belakang pada leher mamalia berjumlah tujuh ruas. Hewan mamalia juga memiliki sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Sekat tersebut disebut dengan diafragma.
6. Memiliki Sistem Pencernaan yang Lengkap – Berbeda dengan jenis hewan lainnya yang memiliki sistem pencernaan yang tidak lengkap, mamalia merupakan hewan yang memiliki sistem pencernaan yang lengkap. Sistem pencernaan hewan mamalia terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, dan juga anus. Sistem pencernaan mamalia menyerupai sistem pencernaan pada manusia. Rahang bawah mulut hewan mamalia terbentuk oleh satu tulang tungga dan di pinggir rahangnya terdapat gigi. Hewan mamalia memiliki 4 tipe gigi, yakni gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Mamalia akan mengalami pergantian gigi sebanyak satu kali. Seperti halnya manusia, hewan mamalia juga memiliki usus buntu pada sistem pencernaannya. Usus buntu (sekum) tersebut berada pada pertemuan antara usus halus dengan kolon.
7. Paru-paru sebagai Alat Pernapasan – Sistem pernapasan mamalia bernapas menggunakan paru-parunya. Bahkan meskipun hewan mamalia (ikan) hidup di laut, hewan mamalia tersebut akan bernapas dengan mamalia. Paru-paru pada hewan mamalia terdiri atas dua lobus. Dua lobus tersebut berada di dalam ruang pleura dan pada dinding laring terdapat pita suara.
8. Sistem Ekskresi – Sistem ekskresi pada mamalia memiliki ginjal metanefros. Ginjal metanefros memiliki dua ureter yang mengalirkan urin ke kandung kemih (vesika urinaria).
9. Alat Indera Mamalia – Alat indera pada hewan mamalia hampir sama dengan manusia. Alat indera mamalia terdiri atas mata, telinga, hidung, dan lidah. Mata pada binatang mamalia dilindungi oleh kelopak mata di bagian atas dan bawah. Kelopak tersebut dapat dipejamkan kapan saja. Untuk indera pendengaran, hewan mamalia memiliki tiga tulang pendengaran, yaitu tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Pada akhirnya, organ pendengaran mamalia berbentuk gelung yang disebut koklea. Untuk indera pengecap, lidah pada hewan mamalia memiliki papila-papila untuk mengecap rasa. Hidung pada mamalia berhubungan dengan lubang tunggal di tengkorak kepala mamalia.
10. Ukuran Otak – Hewan mamalia memiliki otak yang berukuran besar. Otak pada hewan mamalia berkembang dengan sangat baik dan berpengaruh pada kepandaian dan juga intelektualnya. Maka jangan heran jika hewan terpandai yaitu primata merupakan hewan mamalia.
11. Alat Kelamin – Mamalia memiliki alat kelamin yang terpisah antara mamalia jantan dan mamalia betina. Proses fertilisasi terjadi dengan cara internal dan bersifat vivipar. Hewan mamalia jantan memiliki alat kopulasi berupa penis. Spermatozoid pada hewan mamalia diproduksi oleh testis yang disimpan di skrotum. Pada hewan mamalia betina, embrio akan berkembang di dalam uterus. Pada proses pertukaran metabolisme seperti respirasi dan nutrisi antara embrio dan induknya akan terpisah melalui placenta. Pada hewan mamalia, lubang genital terpisah dengan anus.
Sumber: http://dosenbiologi.com/hewan/hewan-mamalia
Sumber: http://dosenbiologi.com/hewan/hewan-mamalia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar